Algoritma
adalah urutan-urutan dari intruksi-intruksi untuk memecahkan masalah
secara logika. Algoritma sebaiknya disusun sebelum membuat suatu
program. Kriteria umum suatu algoritma adalah :
Algoritma dapat diekspresikan melalui tiga cara, yakni;
1. Structured Indonesian (SI)
yakni penulisan urutan langkah yang dilakukan oleh programmer sesuai dengan bahasa sehari-hari (dalam hal ini Bahasa Indonesia).
2. Pseudocode
adalah
penulisan algoritma yang menyerupai kode program. Pseudo sendiri
berarti imitasi atau tiruan atau menyerupai, sedangkan code menunjuk
pada kode program. Pseudocode didasarkan kepada bahasa pemrograman yang
sesungguhnya seperti BASIC, PASCAL atau FORTRAN. Penulisan Pseudocode
masih tetap bersifat umum, artinya boleh ditulis dengan menyerupai
bahasa pemrograman tersebut. Latar belakang programmer sangat
berpengaruh dalam menuliskan pseudocode. Programer yang familiar dengan
Bahasa BASIC akan lebih mudah dan senang menuliskan pseudocode dalam
Bahasa BASIC, begitu juga yang berpengalaman dengan Bahasa Pascal
tentunya akan lebih memudahkan jika pseudocode-nya mirip bahasa Pascal.
Pendekatan yang terbaik disesuaikan kepada kemampuan siswa dan
Pemrograman apa yang akan dipelajari oleh Siswa itu sendiri.
Contoh Lain Algortima dan Pseudo-code :
3. Flow Chart
adalah
bagan alir yang menggambarkan urutan langkah/aliran program secara
logika. Flow Chart banyak dipakai untuk menggambarkan algoritma dengan
bantuan symbol symbol tertentu yang telah disepakati secara
internasional. Dengan adanya symbol/lambang lambang tersebut dan
ditambah notasi penjelasannya, maka logika pemrograman dapat dimengerti
dengan mudah. Bagi yang sudah familiar dengan Microsoft Word,
symbol-symbol Flow Chart dapat di tampilkan dengan langkah
Insert-Shapes-Flowchart yang akan menampilkan lambang sebagai berikut;
Sebagai ilustrasi berikut ini contoh Flowchart Menghitung persegi panjang;
Pada
saat pembuatan flowchart, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,
agar flowchart yang dibuat mudah dipahami, antara lain :
- Hindari pengulangan proses yang tidak perlu dan logika yang berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat.
- Jalannya proses digambarkan dari atas ke bawah dan diberikan tanda panah untuk memperjelas.
- Sebuah flowchart diawali dari satu titik START dan diakhiri dengan
Dari
ketiga cara penulisan Algoritma (SI, Psedocode dan Flowchart)
kesemuanya itu bersifat independent terhadap semua bahasa pemrograman,
artinya Algoritma yang kita buat dapat dipakai oleh setiap bahasa
Pemrograman. Hanya mungkin saja dari cara penulisan pada “program
komputernya” (syntax) yang sedikit berbeda dan keyword (kata kunci)
untuk melakukan perintah.
Penulisan
“Print” dalam Bahasa BASIC , jika dalam Bahasa PASCAL diekspresikan
dengan “Write” atau Writeln. Algoritma dapat diibaratkan Resep Masakan
yang ditulis dalam berbagai bahasa, dan orang akan bisa membuatnya
selama orang tersebut memahami bahasa yang dipakai untuk menulis resep
masakan tersebut.